https://jsw.stabn-sriwijaya.ac.id/index.php/SATI/issue/feed Jurnal Ilmiah Kampus: Sati Sampajanna 2025-08-06T17:12:10+00:00 Kemanya Karbono kemanya@stabn-sriwijaya.ac.id Open Journal Systems <div style="text-align: justify;">Sati Sampajanna is an open access, peer-reviewed journal published twice a year in July and December.<p>Sati Sampajanna focuses on various research results, articles equivalent to research results related to Buddhism: integration between theory and practice in the areas of, but not limited to:</p><p>1. Character education, Religious education and Buddhism</p><p>2. Buddhist socio-religious</p><p>3. Buddhist Psychology and Philosophy</p><p>4. Spiritual and local wisdom</p><p>5. Engaged Buddhism</p><p>6. Buddhist Ethics</p></div><div style="text-align: justify;"> </div> https://jsw.stabn-sriwijaya.ac.id/index.php/SATI/article/view/549 Green Economy dalam Pandangan Agama Buddha 2025-08-06T17:12:10+00:00 Andhika Mustika Dharma andhika.mustika@sekha.kemenag.go.id <p>Isu-isu krisis lingkungan seperti pencemaran pantai, meningkatnya emisi gas rumah kaca, berkurangnya areal hutan serta musnahnya berbagai spesies dan keanekaragaman hayati, sudah terlihat akibat dampak dari kegiatan ekonomi keliru, yang dilakukan hingga saat ini. Krisis lingkungan berdampak pada kehidupan sosial dan keberlanjutan hidup suatu masyarakat. Maka perlu alternatif yang sesuai untuk krisis tersebut. <em>Green economy</em> dikatakan menjadi salah satu alternatif solusi bagi krisis lingkungan. <em>Green economy</em> dapat dilihat dari sudut pandang agama Buddha, yang dikenal dengan ajaran cinta kasih universal kepada semua makhluk dan lingkungannya. Penting dan <em>urgent</em> untuk mengetahui <em>green economy</em> dalam sudut pandang ajaran Buddha, yang dimana keduanya sangat memperhatikan kondisi lingkungan yang tengah mengalami krisis tersebut.</p><p>Penelitian ini merupakan Studi Pustaka dengan pendekatan kualitatif dan jenis deskriptif analisis. Objek penelitian ini adalah Kita Suci agama Buddha Tripitaka, artikel dan sumber-sumber lainnya tentang <em>green economy</em>. Peneliti mencari tahu tentang praktik <em>green economy</em> dalam sudut pandang agama Buddha dengan tiga tahapan yaitu reduksi, klasifikasi, dan penyajian. Dimana peneliti mengolah data mentah dari berbagai sumber untuk diperoleh esensinya, kemudian disusun dan dikelompokkan serta diakhiri dengan penyimpulan.</p>Penelitian ini menemukan, <em>green economy</em> merupakan segala kegiatan ekonomi yang memperhatikan dan mengatasi krisis lingkungan demi kesejahteraan banyak (semua) manusia. Agama Buddha terdapat ajaran tentang praktik ekonomi untuk memperoleh (menjadi) kaya (sejahtera) tanpa merugikan diri sendiri dan orang lain. <em>Green economy</em> dalam pandangan agama Buddha adalah suatu praktik ekonomi yang penuh cinta kasih dan kasih sayang kepada semua manusia melalui perlindungan dan perawatan terhadap lingkungan dengan cara mengurangi produksi barang berkarbon, mengurangi dan memanfaatkan limbah, menghindari berbisnis ilegal dengan penebangan hutan secara liar, tidak menggunakan bahan berbahaya untuk lingkungan, mengganti dan atau mencari alternatif sumber daya tidaak terbarukan dengan sumber daya terbarukan, serta lainnya. Namun terdapat satu perbedaan diantara keduanya, yaitu pada pemanfaatan hewan dalam praktik ekonomi. <em>Green economy</em> masih melakukan bisnis yang berkaitan dengan pembunuhan hewan, sedangkan praktik ekonomi menurut ajaran Buddha, tidak melakukan hal tersebut.<iframe class="ginger-extension-synonympopup" style="left: 117.336px; top: -102px; z-index: 56; padding: 0px; visibility: hidden; height: 152px;" src="chrome-extension://kdfieneakcjfaiglcfcgkidlkmlijjnh/ginger-popup/index.html"></iframe> 2025-08-06T17:09:23+00:00 Copyright (c) 2025 Author and Journal Sati Sampajanna https://jsw.stabn-sriwijaya.ac.id/index.php/SATI/article/view/717 Problematika Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha di Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor 2025-08-06T06:51:08+00:00 Iin Suwarni iin.suwarni85@gmail.com <p><em>Permasalahan yang dibahas pada penelitian ini yaitu belum adanya pembahasan terkait problematika pembelajaran Pendidikan Agama Buddha (PAB) di Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan problematika pembelajaran Pendididkan Agama Buddha di Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. </em></p><p><em>            Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan agama buddha, guru sekolah minggu buddha, dan peserta didik. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi dan wawancara. Uji keabsahan data yang dilakukan meliputi credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Data yang telah diperoleh dinanalisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan.</em></p><p><em>Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) layanan Pendidikan Agama Buddha yang diberikan oleh sekolah yang memiliki peserta didik beragama Buddha sebagian besar tidak diberikan; (2) tantangan guru Pendidikan Agama Buddha di Kecamatan Parung Panjang yaitu memiliki jadwal yang padat untuk mengajar peserta didik di vihara-vihara karena tidak diberikan layanan di sekolah dan hanya ada satu (1) guru Pendidikan Agama Buddha di kecamatan tersebut; (3) kendala yang dihadapi oleh peserta didik yang beragama Buddha dalam menerima pembelajaran yaitu kurang maksimal karena dilaksanakan secara klasikan dari beberapan tingkatan kelas; (4) upaya yang dilakukan oleh peserta didik beragama Buddha untuk menyelesaikan problematika pembelajaran tersebut yaitu dengan datang ke sekolah minggu karena setelah kegiatan tersebut dilaksanakan dharma kelas sebagai pengganti pembelajaran PAB. Upaya guru PAB dan tokoh umat Buddha dalam menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu dengan menyelenggarakan dharma kelas untuk memberikan layanan pembelajaran PAB bagi peserta didik yang tidak menerima layanan tersebut di sekolah. Selain itu, upaya yang dilakukan yaitu memberikan kesempatan kepada muda-mudi vihara untuk membantu mengajar dalam kegiatan dharma kelas mengingat di Kec. Parung Panjang hanya ada satu guru PAB.</em><em>   </em></p> 2025-08-06T17:09:23+00:00 Copyright (c) 2025 Author and Journal Sati Sampajanna